Lawe Indonesia: Branding untuk Social
Enterprise yang Berakar pada Warisan dan Pemberdayaan

{ Project Overview }

{ Creative Challenge }
- 01
Lawe ingin memperluas jangkauan pasar sambil tetap mempertahankan misinya dalam memberdayakan perempuan lokal dan melestarikan tradisi tenun Indonesia.
- 02
Identitas brand dan komunikasi yang ada belum sepenuhnya menyampaikan dampak sosial, nilai budaya, dan kualitas perajin Lawe.
- 03
Lawe membutuhkan narasi brand yang lebih kuat untuk menjembatani warisan kerajinan tradisional dengan kebutuhan dan ekspektasi audiens masa kini.
- 04
Tanpa brand positioning, brand narrative, dan visual identity yang lebih jelas, Lawe berisiko dipersepsikan hanya sebagai produsen tekstil, bukan sebagai social enterprise Indonesia yang memiliki dampak sosial dan budaya.
{ The Solution }
Memperjelas brand positioning Lawe untuk mengkomunikasikan misinya dalam pemberdayaan perempuan dan pelestarian tradisi tenun Indonesia.
Mengembangkan brand identity melalui logo, colour palette, typography, dan elemen visual yang merepresentasikan perajin dan warisan budaya Lawe dengan relevansi bagi audiens yang lebih luas.
Memperkuat website dan social media untuk menciptakan digital presence yang lebih konsisten, meningkatkan engagement, serta menyampaikan cerita dan misi Lawe dengan lebih jelas.
Mengembangkan desain produk dan packaging yang lebih menarik dan relevan, sekaligus memperkuat nilai keberlanjutan dan perajin yang menjadi bagian dari brand Lawe.

{ PERBEDAAN }
{ Brand Positioning }

{ Brand Identity }




{ Brand Touchpoints }








{ Brand Rollout }









